Dokumentasi reflektif atas pengalaman, pertumbuhan, dan komitmen saya dalam Program Pengalaman Lapangan Terbimbing
Asal usul, inspirasi, dan tujuan saya menjadi guru yang profesional.
Palembang, Sumatera Selatan
Program Studi
Pendidikan Informatika
Sekolah PPL
SMA Negeri 2 Padang
Periode PPL
Februari Mei 2026
Perkenalkan, saya Firandi Julian, mahasiswa Program Studi Pendidikan Informatika, Universitas Negeri Padang. Saya berasal dari Kota Palembang, sebuah kota yang dikenal sebagai "Bumi Sriwijaya" dan "Kota Batang Hari Sembilan" di Pulau Sumatera.
Keunikan Palembang tidak hanya terletak pada keagungan warisan Kerajaan Sriwijaya yang pernah menjadi pusat perdagangan dan ilmu pengetahuan maritim terbesar di Nusantara, tetapi juga pada kearifan lokal masyarakatnya yang tercermin dalam semangat "Saling Menyaling"sebuah prinsip kebersamaan yang mengajarkan pentingnya tolong menolong dan saling mendukung dalam kehidupan. Kota ini juga merupakan saksi bisu kejayaan Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran dunia, di mana sarjana seperti I Tsing dari Tiongkok menuntut ilmu selama berbulan-bulan pada abad ke-7. Kehalusan kain songket Palembang yang ditenun dengan kesabaran dan ketelitian, serta kemegahan Jembatan Ampera yang menghubungkan dua sisi kehidupan kota, menjadi simbol filosofi yang kaya akan makna.
Kekayaan sejarah dan kearifan lokal Palembang mengajarkan saya bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang menenun karakter dengan kesabaran seperti menenun songket, membangun jembatan penghubung seperti Ampera yang menyatukan perbedaan, dan membuka ruang belajar yang inklusif seperti Sriwijaya yang menerima sarjana dari berbagai penjuru dunia. Inilah yang menjadi fondasi motivasi saya untuk menekuni dunia pendidikan.
Sejak kecil, orang tua selalu menanamkan harapan agar saya menjadi seorang guru. Bagi mereka, guru bukan hanya sebuah profesi, tetapi sosok yang mampu memberikan ilmu, membentuk karakter, dan mengubah masa depan generasi bangsa. Harapan itu menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan berusaha menjadi guru yang tidak hanya sukses dalam karier, tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang. Saya percaya bahwa kesuksesan seorang guru tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, melainkan dari keberhasilan peserta didiknya meraih cita-cita.
Tujuan saya menjadi guru yang profesional adalah untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif, inovatif, dan berpusat pada siswa. Saya percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi unik dalam berpikir komputasional, dan tugas guru adalah memfasilitasi agar potensi itu tumbuh. Sebagai guru Informatika, saya ingin menumbuhkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis pada siswa, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator dan pemecah masalah yang kompeten di era digital.
Melalui PPL Terbimbing ini, saya berkomitmen untuk terus mengasah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian saya, serta merefleksikan setiap langkah sebagai bagian dari perjalanan menjadi guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi.
Guru yang hebat bukan hanya yang mengisi pikiran, tetapi yang menyalakan api semangat di hati murid-muridnya.Ki Hajar Dewantara
Rencana dan perangkat pembelajaran yang disusun selama PPL Terbimbing, dilengkapi analisis mendalam berdasarkan kajian teori.
Kelas X SMA Pertemuan 1-2
Konteks
Modul ajar ini disusun untuk pembelajaran Informatika Kelas X Fase E pada materi Struktur Kondisional (if, elif, else). Pembelajaran dilaksanakan dalam dua pertemuan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) yang berfokus pada pengembangan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep pengambilan keputusan dalam pemrograman, merancang solusi berbasis logika kondisional, serta melakukan debugging dan evaluasi program Python.
Tujuan
Pada akhir pembelajaran pertemuan 1–2, peserta didik diharapkan mampu:,
1.Menjelaskan sintaks dan fungsi struktur kondisional if, elif, dan else dalam Python.
2. Menganalisis kesalahan logika pada program kondisional.
3. Merancang dan mempresentasikan program sederhana berbasis kondisi.
4. Menguji program menggunakan berbagai variasi input (edge case).
5. Mengidentifikasi dan memperbaiki bug secara sistematis.
6. Mengevaluasi efektivitas penggunaan if-elif-else dibandingkan beberapa if terpisah.
Kelebihan
Kekurangan
Kajian Teori
Modul ajar ini mengintegrasikan beberapa teori pembelajaran yang saling mendukung. Penerapan model Project Based Learning (PjBL)sejalan dengan teori konstruktivisme Piaget yang menekankan bahwa peserta didik membangun pengetahuannya melalui pengalaman belajar aktif, seperti merancang, menguji, dan merefleksikan program yang dibuat. Selain itu, teori Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) Vygotsky tercermin melalui pemberian scaffolding berupa template kode, bimbingan guru, diskusi kelompok, dan peer tutoring yang membantu peserta didik menyelesaikan tugas secara bertahap. Tujuan pembelajaran juga dirancang berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi, mencakup kemampuan memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), hingga mengevaluasi (C5), sehingga mendorong berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Melalui kegiatan proyek yang autentik, peserta didik tidak hanya menguasai konsep pemrograman, tetapi juga mengembangkan kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Penilaian pembelajaran pada setiap siklus.
Misi, kompetensi, dan karakter guru profesional yang saya ingin bangun.
Menciptakan lingkungan belajar di mana setiap siswa, terlepas dari latar belakang dan kemampuan awalnya, dapat mengembangkan kemampuan berpikir komputasional dan literasi digital.
Senantiasa merefleksikan praktik mengajar, memanfaatkan teknologi secara bermakna, dan berinovasi untuk peningkatan berkelanjutan dalam pembelajaran Informatika.
Memfasilitasi setiap siswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi kreator dan pemecah masalah yang kompeten melalui pembelajaran bermakna dan autentik.
Memahami kesulitan siswa dalam belajar pemrograman
Konsisten antara perkataan & tindakan
Terus memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran bermakna
Bekerja sama dengan komunitas guru & praktisi
Catatan jujur tentang pertumbuhan, tantangan, dan harapan saya selama PPL Terbimbing.
Siklus pertama adalah momen pembuka yang penuh kegugupan dan semangat sekaligus. Saya menyadari bahwa memiliki pemahaman teknis tentang Informatika tidak otomatis membuat saya mampu mengelola kelas dan menyampaikan materi dengan baik. Pengelolaan waktu menjadi tantangan terbesar saya sering kehabisan waktu di sesi live coding karena terlalu lama di tahap eksplorasi konsep. Guru Pamong memberikan feedback yang sangat berharga: "Jangan terlalu sempurna, fokus pada esensi siswa perlu waktu untuk mencoba sendiri."
Pelajaran terpenting: Fleksibilitas lebih penting daripada kesempurnaan rencana. Seorang guru yang baik mampu membaca situasi kelas dan menyesuaikan diri, bukan sekadar mengikuti RPP secara kaku.
Setelah merevisi RPP berdasarkan feedback, saya mulai merasakan perbedaan. Penggunaan Python Tutor sebagai media visualisasi meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan mereka bisa melihat langkah demi langkah bagaimana algoritma bekerja. Teknik pair programming yang dianjurkan GP ternyata efektif melibatkan siswa yang kesulitan meskipun saya masih perlu belajar membangun suasana di mana mereka berani bertanya tanpa takut salah.
Pelajaran terpenting: Debugging dalam kode seperti debugging dalam mengajar kita perlu sabar menemukan akar masalahnya. Siswa belajar coding terbaik ketika mereka merasa aman untuk mencoba dan gagal.
Siklus ketiga menjadi bukti bahwa proses refleksi dan revisi yang konsisten membuahkan hasil. Saya merasa lebih percaya diri dalam mengelola lab komputer, menggunakan media, dan memfasilitasi diskusi. Integrasi PjBL menjadi highlight siswa terlibat aktif dalam proyek membuat program pencarian data sederhana menggunakan Python. Melihat mata siswa berbinar saat kode mereka berhasil berjalan adalah momen paling memuaskan selama PPL.
Pelajaran terpenting: Guru profesional bukan guru yang sempurna, melainkan guru yang terus bertumbuh. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk menjadi versi guru yang lebih baik.